Posted by: madealitdwitama | June 18, 2015

Putra tercinta

Lakon kehidupan kembali memulai kisah barunya, si kecil mungil lahir dari rahim sang ibu. bak pertunjukan drama gong manakala pangeran muncul penonton pun bersorak kegirangan demikian pula kelahiran sikecil disambut dengan sorak gembira sanak keluarga, neneknya apalagi, cucu yang sudah lama ditunggu akhirnya lahir, sang kakek lebih-lebih lagi, dia melompat-lompat, penyakit encok yang sudah lama diidapnya kabur entah kemana, hari itu rasanya seluruh dunia bergembira.

sang ibu tersenyum melihat sikecil buah hatinya, oh alisnya mirip bapaknya, oh hidungnya mirip hidungku, oh matanya mirip mata neneknya. sang ibu tak henti-hentinya mengagumi buah hatinya itu, rasa sakit yang dialami saat melahirkan sirna sudah. sang ayah juga tak kuasa menahan gejolak jiwanya, sang penyair yang selama ini tertidur di jiwanya tiba-tiba bangkit, dan syair-syair untuk sang putra tercinta pun mengalir laksana cinta mengalir kedalam jiwa.

 

putraku

selamat datang buah hatiku, selamat memulai menyelami syair-syair kehidupan, siapkan penamu  untuk menuliskan kisah indah yang akan engkau jalani. tuliskanlah kisah-kisahmu laksana pelukis melukis dalam kanvasnya.

Advertisements
Posted by: madealitdwitama | April 16, 2010

Berjalan ke dalam part2

malam itu, dalam bayang-bayang bulan, seorang pengelana duduk termenung, dicobanya untuk berjalan ke dalam, selangkah dia berjalan ditemukannya seorang anak bajang sedang terombang-ambing dalam permainan nafsu, anak bajang itu seakan-akan menyapa sang kelana seperti hendak mengajaknya menyelami apa yang dia alami, sang kelana sesaat tertegun, jiwanya tergoncang dalam kegalaun, darah mendesir, dan pandangan menjadi kabur, seluruh cittanya mendadak kosong tanpa kebijakan ” oh anak bajang apa yang terjadi dengan ku, kemana larinya kebijaksanaan ku, lari kemanakah dia, apakah engkau telah mengambilnya dari ku”. Anak bajang hanya tersenyum dan berkata ” aku tidak mengambilnya dari mu, kamu sendiri yang telah memberikannya padaku dengan sukarela, engkau telah menukarkannya dengan keinginanmu untuk menikmati apa yang aku alami”. ” tidak aku tidak menginginkan apapun dari mu, kata sang kelana protes. ” lihatlah dirimu, seluruh jiwamu kini telah terbelengu dalam permainan ku karena aku adalah nafsu itu sendiri. Sang kelana benar-benar berjuang keras mengembalikan kebijaksanaannya. ..

to be continue

Posted by: madealitdwitama | April 14, 2010

di batas bumi dan langit

di sana

di sebuah titik di batas bumi dan langit

aku terpaku dalam keheningan yang mendalam

pikiran menjadi tanpa pikiran

rasa hilang dalam kedalaman jiwa

aku tidak lagi menjadi aku

kehampaan tak lagi sebuah kekosongan

dan disana

di batas itu

aku merasakan

jiwa menjadi aku dan aku menjadi jiwa

Posted by: madealitdwitama | April 14, 2010

kerinduan hati

oh Engkau yang telah membimbingku

dari kelahiran ke kelahiran

dari kehidupan ke kehidupan

ijinkalah aku melihat Mu

setiap saat di dalam jiwaku

ijinkan aku mendengar bisikan Mu

yang senantiasa membuatku sadar akan arti kehadiranku

ijinkan aku mencium kaki Mu

ijinkan aku mengenal…Mu walaupun itu hanya secuil

aku ingin memegang tangan Mu dengan erat

karna aku tak ingin lepas dari Mu

karena aku tahu

Tanpa Mu

aku tak mampu melangkah walaupun itu hanya selangkah

Posted by: madealitdwitama | March 4, 2010

Berjalan ke dalam

aku tahu mesti kemana

tapi setiap kali aku melangkah ke sana

aku merasa bukan mendekat tapi malah menjauh

aku melihat cahaya di sana

melihatnya dengan sangat jelas

tapi jiwa ini tak sanggup merasakan keindahan cahaya itu

jiwa ini ingin menggapai Mu

ingin merangkul Mu

tapi belenggu ini menciptakan jurang pembatas di antara kita

oh..aku  merindukan Mu

merindukan Mu dalam setiap detik napasku

Posted by: madealitdwitama | November 6, 2009

percakapan dengan sang guru part 1

pagi hari di dinginnya bulan nopemberEdit

pagi itu sang pengelana bangun dengan pikiran yang sangat gundah, sebuah nafsu sedang menguasai dirinya, dia pingin rasanya terlepas dari nafsu itu tapi seolah-olah nafsu itu mengurungnya dari delapan penjuru angin. dalam kebingungan, sang kelana teringat pada gurunya.

sang kelana  : guru aku gundah dengan ketidak mampuan ku mengendalikan indraku, apa yang harus hamba lakukan

sang guru    : engkau harus lebih rajin bermeditasi.

sang kelana : bukankah hamba sudah mencantingkan mantra-mantra

sang guru    : disamping berdoa engkau juga harus meditasi, meditasilah lebih lama dari yang sekarang, itu akan membantumu mengontrol pikiranmu

Posted by: madealitdwitama | February 11, 2009

mayat itu…

Kemarin tepat satu hari setelah bulan purnama, kakek kami akan di bawa ke kuburan untuk di bakar. hujan rintik-rintik menghiasi persiapan kami untuk upacara itu. Wah terasa capek karena malam sebelumnya kami harus begadang, ya..begitulah tradisi di Bali, kalau ada yang meninggal maka rumah duka akan banyak dikunjungi orang untuk meramaikan suasana, mungkin maksudnya biar yang punya kematian tidak terlalu sedih, tapi nggak tau juga yang jelas malam-malam sebelum acara ke kuburan, selalu diwarnai dengan ramainya kunjungan para sahabat yang sekedar menyampaikan belasungkawa atau hanya sekedar main dan larut dalam suasana keramaian. Pagi itu ketika hujan rintik-rintik turun, persiapan kami sudah hampir pinal tinggal menunggu satu hal yakni mepeluasan aleas nanya ke pada orang yang meninggal tersebut melalui orang pintar apakah ada keinginannya sebelum di bakar? tepat jam 11.30 acara mepeluasan itu pun selesai. Sekalai lagi tradisi berjalan, kami harus melakukan suatu ritual memandikan mayat, sebuah ritual untuk membersihkan mayat dan memberikannya wewangian supaya mayat itu tidak mengeluarkan bau busuk. saya agak sedikit deg-deg an, saya belum pernah melihat mayat sebelumnya secara utuh, kalau pun pernah melihat paling dari tempat yang cukup jauh karena selama ini belum ada keluarga yang meninggal, tapi sekarang saya adalah keluarga dan sesuai tradisi saya harus ada di dekat mayat itu. dibantu oleh tetangga, mayat kakek yang sebelumnya terbungkus kain mulai di buka, bau khas mayat pun mulai tercium oleh hidung saya. Tapi yang lebih mengagetkan saya adalah perubahan kulit muka kakek, wajah yang dulu terlihat tegar dengan raut muka penuh wibawa kini tampak kusut, putih. mata beliau menjorok jauh ke dalam. ah kakek begitu jelek pikir saya. De..de. ayo ikut mandikan jangan hanya bengong, teguran itu sontak membuyarkan lamunan saya. Bergegas saya ikut membantu proses memandikan itu. Akhirnya proses itu pun berlalu. Kini kakek siap diantar ke peristirahatannya yang terakhir. diiringi bunyi gamelan, mayat kakek pun di usung ke kuburan.

Di kuburan, tukang bakar sudah menunggu dengan kompor khusus untuk membakar mayat, setelah di upacarai peti penutup pun di buka, kini terlihat jelas wajah dan tubuh kakek. dan detik..detik terakhir sebelum api di nyalakan, saya sempat tertegun. kakek yang begitu besar perjuangannya kini sudah tiada, banyak hal yang beliau capai di dunia ini tapi kini beliau sendirian, akankah saya kelak seperti itu, apakah tubuh saya juga sejelek itu, keriput dengan mata menjorok ke dalam, lalu kemana semua yang pernah saya capai di dunia ini, kemanakah semua itu dan kalau semuanya hanya berakhir seperti ini lalu untuk apa semua proses kehidupan ini?. sekalali lagi lamunan saya di buyarkan oleh teguran seorang keluarga, ayo de..siap-siap pembakaran akan segera di mulai.

Dan dalam beberapa jam saja tubuh yang dulu begitu kekar kini tinggal abu putih, semua ketegaran, keperkasaan itu lenyap di telan oleh api nan perkasa…

selamat jalan kakek, smoga kelak engkau terlahir di alam mulia

Posted by: madealitdwitama | January 19, 2009

hukum karma

Teman saya gus kenclung, dia lagi semangat pengen kaya, “aku sudah bosan miskin lit, bosan kehujanan kalau hujan, bosan kepanasan kalau lagi musim panas, bosan makan nasi jinggo melulu, bosan cewek ninggalin aku hanya gara-gara dicari oleh orang yang bawa jazz, pokoknya aku pengen jadi kaya, tapi bukan kaya monyet atau kaya jin, aku penen kaya beneran, punya rumah besar, punya rumah mewah, pengen mobil mewah”.” kayak lagu dong”. celetuk ku.” terserahlah” katanya dongkol mendengar celetukku. Saking semangatnya pengen kaya, gus kenclung ini suka nimbrung kalau ada orang yang bicara tentang uang, sedikit saja telinganya menangkap sinyal orang bicara tentang bagaimana jadi kaya, dia pasti akan ikut nimbrung baik di undang ataupun tidak. kata dia ” curi-curi ilmu lit”

saya sering cekikikan mendengar istilahnya,sejak mengembara mencari ilmu bagaimana menjadi kaya, istilah yang digunakannya sudah mulai aneh di telinga tapi satu hal yang menarik adalah semangatnya yang luar biasa. tapi sering kali dia juga mengeluh ” lit kenapa ya..aku sudah kerja kayak gini, sudah banting tulang sampe mau patah, tapi kenapa aku nggak kaya-kaya juga ya, liat itu si brancuk, kerja sedikit, eh..nggak beberapa lama dia sudah kaya”. memang si brancuk nasibnya luar biasa, dia dulunya miskin, bukan hanya miskin tapi miskin banget, sepeda aja sering minjam apalagi motor, hingga suatu hari dia bertemu bule yang lagi luntang-lantung, entah kasian melihat keadaan si brancuk yang kelewat kumel atau percaya karena melihat keluguannya, si bule tertarik mengangkatnya sebagai anak angkat, itu pun setelah dia disuruh belajar bahasa inggris, habis sudah sebulan ketemu, si brancuk hanya diam saja, habis bahasa inggrisnya pas-pasan aleas pas diajak ngomong sama bule pas dia nggak ngerti. tapi sekarang brancuk sudah lain, bahasa inggirnya lancar kayak bule bahkan lebih cepet dari bule dan sedikit ke bule-bulean, kadang-kadang bahasa inggris yang harusnya pengucapannya gampang dibuat sulit, katanya biar terkesan seperti bule. dia pun juga diajari bisnis ekpor rumah jadi oleh bule itu, dan bim salabin tidak beberapa lama brancuk sudah jadi OKB ( orang kaya baru). melihat nasib si brancuk seperti itulah kadang membuat si gus klencung agak snewen.” lit lihat itu si brancuk, sudah hanya tamat SD, jelek, hitam lagi, tapi sekarang dia OKB bok, OKB, sementara aku sarjana ekonomi dari universitas ternama di negeri ini, IP ku juga lumayan tapi lihat nasibku, sepeda motor aja mesti ngredit, kenapa ya..aku bisa seperti ini”?

saya sering terenyuh juga mendengar curhatnya si klencung, dalam hati saya berkata” bukan kamu aja yang miskin tapi aku juga clung, salah kalau kamu minta saran dari aku”

saya juga sering bertanya dalam hati, kenapa orang punya nasib berbeda, kenapa ada yang kaya sementara ada yang miskin. teman saya sudah 5 tahun menikah belum juga punya anak, sudah terapi dokter, sudah pake bayi tabung, sudah ke dukun, sudah berjapa sehari semalam tapi tetap aja nggak punya anak. sementara di koran sering saya baca, seorang gadis menggugurkan kandungannya karena hamil yang tidak di inginkan. aneh bukan, di satu sisi ada orang yang menginginkan anak tapi tidak pernah dapat sedangkan di sisi lain ada orang yang tidak punya anak tapi bisa hamil.

suatu hari saya pernah baca, konon di india ada seorang Rsi yang bisa membaca kelahiran orang aleas Rsi ini bisa tahu sebelum lahir seperti sekarang dia pernah lahir sebagai apa saja. banyak orang yang datang ke Rsi ini untuk minta petunjuk. pernah katanya di rumahnya, seorang pengemis datang, Rsi ini segera merangkulnya, memeluknya. muridnya keheranan dan bertanya” kenapa guru, siapa sebenarnya orang ini”, sang guru menjawab” dulu pada kelahiran sebelumnya dia adalah saudara saya, karena sering membuang makanan dan menghinda rahmat Tuhan dia lahir sebagai pengemis”. muridnya hanya mangut-mangut saja mendengar penjelasan dari gurunya itu.  Pernah juga ada seorang tua dengan anaknya yang buta datang ke guru itu dan bertanya” guru kenapa anak saya ini bisa buta” sang guru menjawab, ” pada kelahiran sebelumnya anakmu adalah seorang perampok, dia pernah merampok orang dan mencukil matanya dengan belati, jadi kalau dia sekarang buta itu karena akibat dari perbuatannya dulu”

habis baca buku itu saya tertegun” wah hidup ini ternyata berkaitan antara kelahiran terdahulu dengan kelahiran sekarang, kata orang bijak” kita sudah membawa karma kita masing-masing”. “beh berarti karma saya jelek dong ” kata klencung ketika saya diskusi tentang buku itu kepadanya.” nggak tahu saya kan bukan peramal” jawab saya asal, habis saya juga nggak begitu ngerti tentang nasib atau karma atau sebab akibat itu” dari pada pusing mikiran kenapa dia begitu, kenapa saya begini, saya lebih senang mengendog deram dan sadhu anak saya sambil bernyanyi ” twinkle-twinkle little star, dan merasakan kebahagiaan manakala mereka kemudian tertidur di pangkuan saya”

Posted by: madealitdwitama | January 15, 2009

hujan lagi-hujan lagi

peteng bulan
hujan bales megrudugan
katak dongkang pada girang ya mecanda
kung kek kek kung kek kong
dingin pesan awak tiange ngetor
nyemak saput ngojog bale tur mesare
kung kek kek kung kek kong

sudah beberapa hari hujan mengguyur bali, air yang biasanya begitu indah tiba-tiba berubah menjadi garang. tanggul-tanggul penahan air diterjang, rumah direndam, kasur-kasur pun tak luput dari kegarangannya tapi syukurlah kegarangan air kali ini tidak menelan korban walaupun air sempat menyeret seorang pemuda tapi syukurlah dia nggak sampe jadi korban.
bali ku kini sudah menjadi langganan banjir, tiap tahun bali hampir tidak pernah absen dari banjir
fenomena ini sungguh menyedihkan, kadang mengiris hati melihat teman-teman rumahnya di rendam banjir, kasur-kasurnya basah, buku terendam, kulkas mengapung, tv hancur, bau busuk menyebar kesana kemari, mobil-mobil bak sampah dijalanan karena mati terendam air. haruskah ini terulang lagi tiap tahun.
Dalam kondisi yang seperti ini ingin rasanya hati ini mencari siapa yang salah atas semua ini, ketika banjir mengenangi hati kita, barulah kita ingat kemarin saya membuang sampah ke got yang disana itu, oh ya..kemarin saya tidak ikut gotong royong mengeruk got-got yang mendangkal, oh ya..kemarin saya biarin saja ketika melihat anak-anak buang sampah ke got, dan masih banyak lagi, lihat saja tukad badung ketika musim kering, sampah plastik hanyut di sepanjang sungai. Pohon-pohon ditebang bahkan pohon penghijauan di pinggir jalan pun juga di tebang karena menghalangi toko. pada saat musim kering pemandangan ini biasa saja tapi ketika banjir datang kita baru ingat semuanya, lalu mencoba cari siapakah yang harus bertangungjawab atas semua ini
kalau ada seseorang dengan tulus bertanya kepada kita, jika banjir bisa dicegah dengan satu tindakan dari kamu apakah kamu mau melakukannya? cukup satu langkah saja, jangan buang sampah sembarangan? mau kah kamu melakukannya?
selamat mencegah banjir, stop banjir di bali..horass…sss

Posted by: madealitdwitama | January 12, 2009

sesangi

hari itu seorang ibu sebut saja namanya men bengkung nampak bergegas menuju ke sanggahnya, tidak biasanya men bengkung berlaku seperti itu, anaknya yang melihat perilaku aneh men bengkung itu bertanya” ibu ada apa kok tumbern pagi-pagi sudah ke pemujaan. beh cening ibu tadi malam di telp sama Bapak, katanya beliau dapat order patung banyak sekali dari tamu jerman dan pagi ini katanya tamu itu akan membuat kontraknya dengan bapak kamu, nah ibu ke mererajan bermaksud untuk mesesangi dengan ida bhatara, kalau kontrak itu jadi ibu sanggup mempersembahkan be guling. “oh..keto bu, anaknya hanya mangut mangut mendengar jawaban ibunya, dalam hati dia bergumam, wah jaman sudah edan rupanya, bukan hanya pejabat yang disuap,bahkan bhatara pun juga mau di suap dengan be guling”.

mesesangi memang latah dalam lidah masyarakat bali, sedikit-sedikit orang mesesangi” kalau nanti saya begini, saya sanggup mempersembahkan ini dan itu; kalau saya berhasil menjadi pejabat, saya sanggup ngaturan ini dan itu:

mesesangi harus kah kita melakukannya ? bisa kah kita menghindari diri dari mengucapkan sesangi untuk suatu hal tertentu, untuk suatu keberhasilan tertentu?

Older Posts »

Categories