malam itu, dalam bayang-bayang bulan, seorang pengelana duduk termenung, dicobanya untuk berjalan ke dalam, selangkah dia berjalan ditemukannya seorang anak bajang sedang terombang-ambing dalam permainan nafsu, anak bajang itu seakan-akan menyapa sang kelana seperti hendak mengajaknya menyelami apa yang dia alami, sang kelana sesaat tertegun, jiwanya tergoncang dalam kegalaun, darah mendesir, dan pandangan menjadi kabur, seluruh cittanya mendadak kosong tanpa kebijakan ” oh anak bajang apa yang terjadi dengan ku, kemana larinya kebijaksanaan ku, lari kemanakah dia, apakah engkau telah mengambilnya dari ku”. Anak bajang hanya tersenyum dan berkata ” aku tidak mengambilnya dari mu, kamu sendiri yang telah memberikannya padaku dengan sukarela, engkau telah menukarkannya dengan keinginanmu untuk menikmati apa yang aku alami”. ” tidak aku tidak menginginkan apapun dari mu, kata sang kelana protes. ” lihatlah dirimu, seluruh jiwamu kini telah terbelengu dalam permainan ku karena aku adalah nafsu itu sendiri. Sang kelana benar-benar berjuang keras mengembalikan kebijaksanaannya. ..
to be continue

Recent Comments