Posted by: madealitdwitama | January 19, 2009

hukum karma

Teman saya gus kenclung, dia lagi semangat pengen kaya, “aku sudah bosan miskin lit, bosan kehujanan kalau hujan, bosan kepanasan kalau lagi musim panas, bosan makan nasi jinggo melulu, bosan cewek ninggalin aku hanya gara-gara dicari oleh orang yang bawa jazz, pokoknya aku pengen jadi kaya, tapi bukan kaya monyet atau kaya jin, aku penen kaya beneran, punya rumah besar, punya rumah mewah, pengen mobil mewah”.” kayak lagu dong”. celetuk ku.” terserahlah” katanya dongkol mendengar celetukku. Saking semangatnya pengen kaya, gus kenclung ini suka nimbrung kalau ada orang yang bicara tentang uang, sedikit saja telinganya menangkap sinyal orang bicara tentang bagaimana jadi kaya, dia pasti akan ikut nimbrung baik di undang ataupun tidak. kata dia ” curi-curi ilmu lit”

saya sering cekikikan mendengar istilahnya,sejak mengembara mencari ilmu bagaimana menjadi kaya, istilah yang digunakannya sudah mulai aneh di telinga tapi satu hal yang menarik adalah semangatnya yang luar biasa. tapi sering kali dia juga mengeluh ” lit kenapa ya..aku sudah kerja kayak gini, sudah banting tulang sampe mau patah, tapi kenapa aku nggak kaya-kaya juga ya, liat itu si brancuk, kerja sedikit, eh..nggak beberapa lama dia sudah kaya”. memang si brancuk nasibnya luar biasa, dia dulunya miskin, bukan hanya miskin tapi miskin banget, sepeda aja sering minjam apalagi motor, hingga suatu hari dia bertemu bule yang lagi luntang-lantung, entah kasian melihat keadaan si brancuk yang kelewat kumel atau percaya karena melihat keluguannya, si bule tertarik mengangkatnya sebagai anak angkat, itu pun setelah dia disuruh belajar bahasa inggris, habis sudah sebulan ketemu, si brancuk hanya diam saja, habis bahasa inggrisnya pas-pasan aleas pas diajak ngomong sama bule pas dia nggak ngerti. tapi sekarang brancuk sudah lain, bahasa inggirnya lancar kayak bule bahkan lebih cepet dari bule dan sedikit ke bule-bulean, kadang-kadang bahasa inggris yang harusnya pengucapannya gampang dibuat sulit, katanya biar terkesan seperti bule. dia pun juga diajari bisnis ekpor rumah jadi oleh bule itu, dan bim salabin tidak beberapa lama brancuk sudah jadi OKB ( orang kaya baru). melihat nasib si brancuk seperti itulah kadang membuat si gus klencung agak snewen.” lit lihat itu si brancuk, sudah hanya tamat SD, jelek, hitam lagi, tapi sekarang dia OKB bok, OKB, sementara aku sarjana ekonomi dari universitas ternama di negeri ini, IP ku juga lumayan tapi lihat nasibku, sepeda motor aja mesti ngredit, kenapa ya..aku bisa seperti ini”?

saya sering terenyuh juga mendengar curhatnya si klencung, dalam hati saya berkata” bukan kamu aja yang miskin tapi aku juga clung, salah kalau kamu minta saran dari aku”

saya juga sering bertanya dalam hati, kenapa orang punya nasib berbeda, kenapa ada yang kaya sementara ada yang miskin. teman saya sudah 5 tahun menikah belum juga punya anak, sudah terapi dokter, sudah pake bayi tabung, sudah ke dukun, sudah berjapa sehari semalam tapi tetap aja nggak punya anak. sementara di koran sering saya baca, seorang gadis menggugurkan kandungannya karena hamil yang tidak di inginkan. aneh bukan, di satu sisi ada orang yang menginginkan anak tapi tidak pernah dapat sedangkan di sisi lain ada orang yang tidak punya anak tapi bisa hamil.

suatu hari saya pernah baca, konon di india ada seorang Rsi yang bisa membaca kelahiran orang aleas Rsi ini bisa tahu sebelum lahir seperti sekarang dia pernah lahir sebagai apa saja. banyak orang yang datang ke Rsi ini untuk minta petunjuk. pernah katanya di rumahnya, seorang pengemis datang, Rsi ini segera merangkulnya, memeluknya. muridnya keheranan dan bertanya” kenapa guru, siapa sebenarnya orang ini”, sang guru menjawab” dulu pada kelahiran sebelumnya dia adalah saudara saya, karena sering membuang makanan dan menghinda rahmat Tuhan dia lahir sebagai pengemis”. muridnya hanya mangut-mangut saja mendengar penjelasan dari gurunya itu.  Pernah juga ada seorang tua dengan anaknya yang buta datang ke guru itu dan bertanya” guru kenapa anak saya ini bisa buta” sang guru menjawab, ” pada kelahiran sebelumnya anakmu adalah seorang perampok, dia pernah merampok orang dan mencukil matanya dengan belati, jadi kalau dia sekarang buta itu karena akibat dari perbuatannya dulu”

habis baca buku itu saya tertegun” wah hidup ini ternyata berkaitan antara kelahiran terdahulu dengan kelahiran sekarang, kata orang bijak” kita sudah membawa karma kita masing-masing”. “beh berarti karma saya jelek dong ” kata klencung ketika saya diskusi tentang buku itu kepadanya.” nggak tahu saya kan bukan peramal” jawab saya asal, habis saya juga nggak begitu ngerti tentang nasib atau karma atau sebab akibat itu” dari pada pusing mikiran kenapa dia begitu, kenapa saya begini, saya lebih senang mengendog deram dan sadhu anak saya sambil bernyanyi ” twinkle-twinkle little star, dan merasakan kebahagiaan manakala mereka kemudian tertidur di pangkuan saya”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.