Posted by: madealitdwitama | January 15, 2009

hujan lagi-hujan lagi

peteng bulan
hujan bales megrudugan
katak dongkang pada girang ya mecanda
kung kek kek kung kek kong
dingin pesan awak tiange ngetor
nyemak saput ngojog bale tur mesare
kung kek kek kung kek kong

sudah beberapa hari hujan mengguyur bali, air yang biasanya begitu indah tiba-tiba berubah menjadi garang. tanggul-tanggul penahan air diterjang, rumah direndam, kasur-kasur pun tak luput dari kegarangannya tapi syukurlah kegarangan air kali ini tidak menelan korban walaupun air sempat menyeret seorang pemuda tapi syukurlah dia nggak sampe jadi korban.
bali ku kini sudah menjadi langganan banjir, tiap tahun bali hampir tidak pernah absen dari banjir
fenomena ini sungguh menyedihkan, kadang mengiris hati melihat teman-teman rumahnya di rendam banjir, kasur-kasurnya basah, buku terendam, kulkas mengapung, tv hancur, bau busuk menyebar kesana kemari, mobil-mobil bak sampah dijalanan karena mati terendam air. haruskah ini terulang lagi tiap tahun.
Dalam kondisi yang seperti ini ingin rasanya hati ini mencari siapa yang salah atas semua ini, ketika banjir mengenangi hati kita, barulah kita ingat kemarin saya membuang sampah ke got yang disana itu, oh ya..kemarin saya tidak ikut gotong royong mengeruk got-got yang mendangkal, oh ya..kemarin saya biarin saja ketika melihat anak-anak buang sampah ke got, dan masih banyak lagi, lihat saja tukad badung ketika musim kering, sampah plastik hanyut di sepanjang sungai. Pohon-pohon ditebang bahkan pohon penghijauan di pinggir jalan pun juga di tebang karena menghalangi toko. pada saat musim kering pemandangan ini biasa saja tapi ketika banjir datang kita baru ingat semuanya, lalu mencoba cari siapakah yang harus bertangungjawab atas semua ini
kalau ada seseorang dengan tulus bertanya kepada kita, jika banjir bisa dicegah dengan satu tindakan dari kamu apakah kamu mau melakukannya? cukup satu langkah saja, jangan buang sampah sembarangan? mau kah kamu melakukannya?
selamat mencegah banjir, stop banjir di bali..horass…sss


Responses

  1. Setuju Bli!

    Kok sepertinya susah sekali menanamkan nilai “Jangan Buang Sampah Sembarangan” ya Bli? Padahal ini kan sederhana banget….

    Btw, ini Bli berbicara tentang Bali atau Medan sih? Kok salam terakhirnya, “Horas!”? :D

    Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.