Posted by: madealitdwitama | January 12, 2009

sesangi

hari itu seorang ibu sebut saja namanya men bengkung nampak bergegas menuju ke sanggahnya, tidak biasanya men bengkung berlaku seperti itu, anaknya yang melihat perilaku aneh men bengkung itu bertanya” ibu ada apa kok tumbern pagi-pagi sudah ke pemujaan. beh cening ibu tadi malam di telp sama Bapak, katanya beliau dapat order patung banyak sekali dari tamu jerman dan pagi ini katanya tamu itu akan membuat kontraknya dengan bapak kamu, nah ibu ke mererajan bermaksud untuk mesesangi dengan ida bhatara, kalau kontrak itu jadi ibu sanggup mempersembahkan be guling. “oh..keto bu, anaknya hanya mangut mangut mendengar jawaban ibunya, dalam hati dia bergumam, wah jaman sudah edan rupanya, bukan hanya pejabat yang disuap,bahkan bhatara pun juga mau di suap dengan be guling”.

mesesangi memang latah dalam lidah masyarakat bali, sedikit-sedikit orang mesesangi” kalau nanti saya begini, saya sanggup mempersembahkan ini dan itu; kalau saya berhasil menjadi pejabat, saya sanggup ngaturan ini dan itu:

mesesangi harus kah kita melakukannya ? bisa kah kita menghindari diri dari mengucapkan sesangi untuk suatu hal tertentu, untuk suatu keberhasilan tertentu?

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.